Home » Tutorial » Solusi Pada Saat Terjadi Blue Screen (BSOD) Part 1

Solusi Pada Saat Terjadi Blue Screen (BSOD) Part 1

Pada Tulisan kali ini Kang iwan ingin membahas Blue Screen Of Death, nama aslinya kerenkan? Orang biasa menyebutnya Bluescreen, Menurut Tuan Wikipedia, Blue Screen of Death atau kadang disebut “layar biru” adalah istilah populer untuk layar yang ditampilkan Microsoft Windows ketika mengalami kesalahan sistem (atau disebut stop error oleh Microsoft). BSOD yang ditampilkan oleh Windows NT, 2000, XP, atau Win. Vista biasanya lebih serius daripada

penyebab blue screen, cara mengatasi blue screen, mengatasi blue screen pada komputer, blue screen pada laptop, blue screen windows 8, blue screen windows 7, blue screen windows xp
Windows sebelumnya. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan munculnya BlueScreen ini. Salah satu diantaranya adalah driver Hardware yang tidak bagus, kesalahan pada RAM (Memori), Registry yang rusak atau penggunaan file DLL yang tidak cocok. BlueScreen sudah ada pada seluruh sistem operasi Windows sejak Windows 3.1. BlueScreen merupakan pengganti black screen of death yang ada pada OS/2 dan MS-DOS.[1] Dalam versi awal dari Windows Vista juga terdapat red screen of death atau layar merah, yang muncul ketika terjadi kesalahan pada saat boot loader.

Berikut ini tampilan pesan yang muncul apabila terjadi BlueScreen :

 IRQL_NOT_LESS_OR_EQUAL (0X0000000A)
Pesan ini pada umumnya adalah dikarenkan adanya ketidak cocokan antara Hardware dan drivernya. Pesan ini yang konon paling sering muncul dibandingan dengan pesan di BlueScreen lainnya, lebih lengkapnya pesan ini akan muncul apabila terjadi hal-hal di bawah ini :

  • masalah driver yang bentrok atau tidak cocok
  • masalah video card yang mencakup video card yang di overclock melebihi batas atau sobat baru berganti video card dan sobat belum menguninstall driver Video card lama dari chipset berbeda
  • masalah audio card yang meliputi kesalahan konfigurasi atau bug dalam driver sound card
  • setting BIOS yang kurang tepat

Beberapa Solusi yang bisa dilakukan apabila muncul pesan di atas adalah sebagai berikut :

  • Apabila muncul setelah menginstall driver, system service, ataupun firmware yang salah. Jika pesan Stop memberikan daftar nama driver, disable, hapus, atau roll back (mengembalikan driver ke versi yang bekerja dengan baik) driver yang salah tersebut. Jika men-disable atau menghapus driver menyelesaikan masalah, hubungi manufaktur device (hardware) yang bermasalah untuk kemungkinan update driver yang tersedia.
  • Pesan Stop ini juga mungkin terjadi karena hardware yang rusak atau bermasalah. Jika pesan Stop menunjukkan sebuah kategori device tertentu (video atau disk adapter, contohnya), coba lepas atau ganti hardware tersebut untuk menentukan apakah benar hardware tersebut sumber masalahnya.
  • Jika sobat mengalami pesan Stop ini ketika meng-update Windows XP menjadi sp1, 2, ataupun 3, kemungkinan permasalahan terjadi akibat driver yang tidak kompatibel, system service, scanner virus, atau backup. Untuk mencegah hal ini, sebelum melakukan update Windows, konfigurasi hardware Sobat menjadi seminim mungkin fiturnya, dan hapus semua driver third-party (tambahan) dan sistem servis (termasuk antivirus). Setelah update Windows selesai, hubungi manufaktur hardware Sobat untuk mendapatkan update yang kompatibel dengan versi service pack (sp) Windows XP Sobat.
  • Cara terakhir cobalah mereset setting-an BIOS Sobat menjadi seperti semula.

NTFS_FILE_SYSTEM atau FAT_FILE_SYSTEM (0X00000024) atau (0X00000023)

Pesan ini akan muncul apabila terjadi trouble pada partisi atau filesystem partisi dari Hardisk tapi bukan berarti hardisknya rusak atau dalam kata lain yang mengalami gangguan adalah file Ntfs.sys. Solusi yang mungkin bisa sobat lakukan jika pesan Blue Screen itu muncul adalah :

  • Bisa melakukan pengecekan dengan memeriksa kabel SATA atau PATA atau bisa mengecek partisi dengan tool chkdsk. SCSI yang malfungsi dan hardware ATA (Advanced Technology Attachment) atau driver dapat juga mempengaruhi kemampuan sistem untuk membaca dan menulis ke dalam disk dan menyebabkan error. Jika menggunakan harddisk SCSI, cek kabel dan masalah perhentian (termination problem) antara kontroler SCSI dan disk. Cek secara berkala Event Viewer untuk pesan error yang berhubungan dengan SCSI atau FASTFAT di dalam System Log atau Autochk di Application Log (Klik kanan pada My Computer, pilih Manage, pada bagian Computer Management – System Tools pilih Event Viewer).
  • Cek tool yang biasa Sobat gunakan untuk memonitor sistem Sobat secara terus menerus (seperti antivirus, program backup, atau program disk defragmenter) apakah sudah kompatibel dengan Windows Sobat. Beberapa disk atau adapter ada yang dipaketkan dengan software diagnosa yang bisa Sobat gunakan untuk melakukan test hardware. Cara untuk melakukan test harddisk atau integritas volume :
    Metode 1:

    1. Buka command prompt (Start – Run – ketikkan cmd)
    2. Jalankan tool Chkdsk, yang akan mendeteksi dan mencoba untuk me-resolve struktur sistem file yang corrupt, dengan mengetikkan pada command prompt : chkdsk drive: /f

    Metode 2:

    1. Klik gsobat My Computer dan pilih harddisk yang ingin dicek.
    2. Pada menu File, pilih Properties.
    3. Pilih tab Tools.
    4. Pada bagian box Error-checking, klik Check Now.
    5. Pada Check disk options, centang Scan for and attempt recovery of bad sectors.

    Opsi Automatically fix file system errors dapat juga dicentang. Jika volume yang Sobat pilih sedang digunakan, sebuah pesan akan muncul dan menanyakan apakah akan menunda disk error checking sampai Sobat me-restart komputer. Setelah restart, disk error checking akan berjalan dan volume yang sedang dicek tidak akan dapat digunakan selama proses berlangsung.

    Jika Sobat tidak bisa me-restart komputer karena error, gunakan safe mode atau Recovery Console. Jika Sobat tidak menggunakan sistem file NTFS, dan partisi sistem diformat dengan sistem file FAT16 ataupun FAT32 (File Allocation Table), informasi LFN (Long File Name) dapat hilang jika tool harddisk dijalankan melalui command prompt MS-DOS.

    Command prompt yang muncul ketika menggunakan startup floppy disk atau ketika menggunakan pilihan command prompt dalam sistem multiple boot yang menggunakan partisi FAT16 atau FAT32 dengan Microsoft Windows 95 OEM Service Release 2 (OSR2), Microsoft Windows 98, atau Microsoft Windows Millenium Edition (Me) yang terinstall. Jangan gunakan tool sistem operasi lain untuk partisi Windows XP.

  • Memori nonpaged pool mungkin terkuras yang dapat menyebabkan sistem untuk berhenti. Sobat bisa menyelesaikan masalah ini dengan menambah RAM, yang akan meningkatkan kuantitas dari memori nonpaged pool yang tersedia untuk kernel.

 .

UNEXPECTED_KERNEL_MODE_TRAP (0X0000007F)

Bila sobat mendapatkan pesan seperti ini, dapat disebabkan karena overclock hardware yang berlebihan, komponen komputer yang kepanasan, BIOS yang korup, dan memory dan CPU yang cacat.

 .

DATA_BUS_ERROR
Pesan ini disebabkan karena adanya kemungkinan bahwa memory atau slot memory di motherboard rusak, bisa juga karena kerusakan motherboard, harddisk.

Solusinya : Ganti hardware yang rusak

PAGE_FAULT_IN_NONPAGED_AREA (0×00000050)
Pesan ini disebabkan karena adanya kerusakan hardware, termasuk memory utama, memory video card, atau memory di processor (L2 Cache), serta software yang tidak kompatibel.

Solusinya:

  • Jika Sobat memasang hardware baru sebelum terjadi error, lepas dan gantilah dengan hardware baru untuk menentukan apakah hardware tersebut yang menyebabkan kerusakan ini. Sobat juga dapat menjalankan software diagnosa yang disuplai oleh manufaktur hardware Sobat untuk mengecek apakah hardware Sobat rusak atau tidak.
  • Pesan Stop 0×00000050 dapat terjadi setelah menginstall driver yang salah atau system services. Jika sebuah nama file disebutkan, cobalah men-disable, menghapus, atau roll back drivernya. Disable servis atau aplikasi dan pastikan hal ini menyelesaikan masalah. Jangan lupa untuk menghubungi manufaktur hardware tentang update driver yang tersedia. Jika driver baru tidak tersedia, coba gunakan driver dari alat yang mirip. Misalnya, printer model 1100C menyebabkan pesan Stop 0×00000050, gunakan driver printer untuk model 1100A atau model 1000.

Baca Part 2 nya ya Sobat…..


Incoming search terms:
    kenapa xiaomi blue screen, xiaomi blue screen, xiaomi layar biru, Layar biru pada xiaomi, hp xiaomi blue screen, xiaomi read mi 3 blue screen, mengatasi xiaomi blue screen, bluescreen xiaomi, blue screen pada xiaomi mi 3, apa penyebab xiomy redmi 3 blue screen

Baca Juga Artikel Kami :

cara instal windows 7 dengan hardisk,cara instal windows 7 dengan hardisk eksternal,instal windows 7 dengan hardisk,instal windows 7 dengan hardisk eksternal,cara instal windows 7 menggunakan hardisk,cara instal windows 7 menggunakan hardisk eksternal,instal windows 7 menggunakan hardisk,instal windows 7 menggunakan hardisk eksternal,cara instal windows 7 pakai hardisk,cara instal windows 7 pakai hardisk eksternal,instal windows 7 pakai hardisk,instal windows 7 pakai hardisk eksternal,instalasi window 7 dengan menggunakan Hardisk Eksternal,cara instal windows ke hardisk external,cara membuat hardisk eksternal bootable

Cara Install Windows 7 dengan Hardisk Eksternal

Pada umumnya ketika kita menginstall Sistem Operasi (OS) Windows 7, kita akan menggunakan media DVD …