Home » Tutorial » Solusi Pada Saat Terjadi Blue Screen (BSOD) Part 2

Solusi Pada Saat Terjadi Blue Screen (BSOD) Part 2

Melanjutkan Tulisan mengenai BSOD atau BlueScreen pada part 1, sekarang kita lanjut ke pesan error yang biasa muncul ketika terjadi BlueScreen.

INACCESSIBLE_BOOT_DEVICE (0X0000007B)

Pesan ini akan muncul dikarenakan adanya kesalahan dalam konfigurasi jumper harddisk yang salah, virus boot sector, driver IDE controller yang salah, atau kesalahan driver chipset. Masalah ini biasa keluar ketika startup Windows, apabila Windows tidak dapat membaca data mengenai system boot partition. Bisa juga disebabkan karena harddisk yang error, file boot.ini yang cacat (corrupted).

Bila tidak ada masalah pada disk drive, partisi dan file boot.ini (ketika dua Operating System terinstall) coba cek settingan booting pada BIOS. Apabila masalah ini muncul ketika sedang melakukan upgrade Windows, kemungkinan besar disebabkan oleh adanya hardware yang tidak kompatibel dengan Windows.

Solusinya :

  • Coba lepas hardware yang bermasalah atau cari driver yang sesuai untuk Windows-nya.

 

penyebab blue screen, cara mengatasi blue screen, mengatasi blue screen pada komputer, blue screen pada laptop, blue screen windows 8, blue screen windows 7, blue screen windows xp

VIDEO_DRIVER_INIT_FAILURE (x000000B4)

Pesan ini akan keluar apabila terjadi kesalahan pada instalasi driver video card yang kurang sempurna, restart pada saat instalasi atau kemungkina juga disebabkan karena kesalahan dalam instalasi driver dan adanya konflik dengan hardware grafis (parallel or serial port).

Solusi yang bisa kita lakukan adalah :

  • Masuk ke Safe Mode lihat apakah masalah teratasi, jika teratasi, silahkan meng-upgrade driver graphic card terbaru, jika mengalami kegagalan atau masih muncul pesan di atas, kemungkinan disebabkan oleh kartu grafis dan port paralel, buka “System Properties” di hardware >- Device Manager, double-klik LPT1 port untuk menghubungkan untuk print item tersebut, dalam “resource tab” hilangkan/unselect “use automatic configuration”, kemudian “input I / O range “of” 03BC “to” 0378″

 

BAD_POOL_CALLER (0X000000C2)
Pesan ini muncul dimungkinkan adanya kesalahan driver yang tidak kompatibel. Sering terjadi saat melakukan instalasi XP dari upgrade, atau bukan dari instalasi baru.

Solusinya :

  • Coba lepas hardware yang bermasalah / cari driver yang sesuai untuk Windwos-nya.
  • Cabut RAM, tukarkan/pindah-pindahkan slot-nya.

PEN_LIST_CORRUPT

Pesan ini disebabkan karena adanya kerusakan RAM

.

MACHINE_CHECK_EXCEPTION (x0000009C)

Disebabkan oleh cacatnya hardware(memori, CPU, bus, power supply), atau yang di overclock secara agresif, serta power supply yang kekurangan daya atau rusak.

Solusinya :

  • Jika overclocking, frekuensi CPU asli ?? (Qing Xiang) akan memeriksa hardware.

 

KMODE_EXCEPTION_NOT_HANDLED (0×0000001E)

Pesan Stop 0×0000001E mengindikasikan bahwa kernel Windows XP mendeteksi sebuah instruksi prosesor ilegal atau yang tidak diketahui. Penyebab pesan Stop ini 0×0000001E mirip dengan penyebab pesan Stop 0×0000000A, yaitu karena pelanggaran akses dan memori yang tidak valid. Biasanya error-handler (pengendali error) default dari Windows XP akan mengatasi masalah ini jika tidak terdapat error-handling routines didalam kode instruksi yang dijalankan.

Solusinya mungkin bisa dengan cara :

  • Pesan Stop 0×0000001E umumnya terjadi setelah meng-install driver yang rusak atau system service, atau mungkin juga ada masalah pada hardware (seperti memori dan konflik IRQ). Jika pesan Stop memberikan daftar nama driver, disable, hapus, atau roll back (mengembalikan driver ke versi yang bekerja dengan baik) driver yang salah tersebut. Jika men-disable atau menghapus driver menyelesaikan masalah, hubungi manufaktur device (hardware) yang bermasalah untuk kemungkinan update driver yang tersedia.
  • Jika pesan Stop mencantumkan file Win32k.sys, sumber kerusakan kemungkinan adalah program “remote-control” third-party. Jika program sejenis itu terinstall, Sobat mungkin bisa me-disable-nya melalui safe mode. Jika tidak, gunakan Recovery Console untuk secara manual menghapus file system service yang menyebabkan masalahnya.
  • Permasalahan juga dapat disebabkan karena firmware yang tidak kompatibel. Kebanyakan masalah ACPI (Advanced Configuration and Power Interface) dapat diperbaiki dengan mengupdate firmware dengan yang terbaru.
  • Kemungkinan lain karena ruang disk yang tidak mencukupi ketika menginstall aplikasi atau menjalankan fungsi tertentu yang membutuhkan memori lebih. Sobat bisa menghapus file-file yang tidak dibutuhkan untuk mendapatkan ruang disk. Gunakan Disk Cleanup untuk menambah ruang disk. Melalui Recovery Console, hapus file temporari (file dengan ekstensi .tmp), file-file cache Internet, file backup aplikasi, dan file .tmp yang dihasilkan oleh Chkdsk.exe atau Autochk.exe. Sobat juga bisa memilih untuk menginstall aplikasi di harddisk yang lain yang memiliki ruang lebih atau bisa juga memindahkan data dari harddisk yang penuh ke harddisk yang memiliki ruang lebih.
  • Pesan Stop ini juga mungkin disebabkan oleh kebocoran memori (memory leak) dari aplikasi atau servis yang tidak me-release memori dengan benar. Poolmon (Poolmon.exe) membantu Sobat mengisolasi komponen yang menyebabkan kebocoran memori kernel. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penanganan kebocoran memori lihat Microsoft Knowledgebase artikel Q177415 (http://support.microsoft.com/kb/177415) : “How to Use Poolmon to Troubleshoot Kernel Memory Leaks” dan Q298102 (http://support.microsoft.com/kb/298102) : “Finding Pool Tags Used by Third Party Files Without Using the Debugger”.

 

MISMATCHED_HAL (0×00000079)

Menunjukkan bahwa HAL (Hardware Abstraction Layer) dan tipe kernel komputer tidak cocok. Error ini sering terjadi ketika setting firmware ACPI dirubah. Contohnya, Sobat mungkin meng-install Windows XP di komputer X86-based dengan opsi enable pada ACPI firmware di-enable-kan dan kemudian Sobat disable-kan. Error ini dapat juga terjadi ketika file konfigurasi yang tidak cocok antara single dan multi-processor di-copy-kan ke sistem.

Solusinya :

  • Muncul ketika sistem menggunakan file Ntoskrnl.exe atau Hal.dll yang sudah out-of-date (kadaluarsa). Hal ini dapat terjadi setelah perbaikan manual dengan meng-copy-kan file yang tidak tepat ke sistem. Error ini dapat juga terjadi ketika menggunakan file yang tidak cocok, seperti meng-copy multi-processor HAL ke dalam sistem yang menggunakan kernel single-processor (atau sebaliknya). Kernel dan file HAL untuk sistem single-processor dan multi-processor disimpan di dalam CD Windows XP Professional dengan menggunakan dua nama yang berbeda. Sebagai contoh, single-processor dan multi-processor masing-masing memiliki file Ntoskrnl.exe dan Ntkrnlmp.exe.
  • Jika mengalami pesan ini setelah mengganti setting firmware, restore-lah setting asli Windows XP Professional. Karena sistem yang menggunakan ACPI HAL mengabaikan penugasan IRQ yang berada di firmware, maka Sobat hanya bisa mengubah setting IRQ secara manual untuk sistem non-ACPI (Stsobatrd PC HAL). Beberapa sistem X86-based menyediakan opsi untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fungsi ACPI. Untuk meng-enable dan men-disable ACPI, Sobat harus mengubah setting firmware dan meng-install ulang Windows XP-nya karena perlu perubahan registry dan file sistem yang sangat banyak, Sobat diharuskan melakukan Setup lagi (installasi dengan jalan upgrade tidak akan berhasil).

 

ATTEMPTED WRITE TO READONLY MEMORY (0x000000BE)

Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver atau service. Tidak beda jauh dengan yang nomor 1 diatas.

Solusinya :

  • Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver) dan cari driver yang sesuai dengan Operating System-nya.

 

DRIVER POWER STATE FAILURE (0X0000009F)
Tidak cocok/kompatibel antara “computer’s power management” dengan driver atau services yang berjalan. Biasa terjadi pada saat komputer melakukan “hibernasi”.

Solusinya :

  • Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver) atau coba men-disable “Windows’ support for power management”.

 

DRIVER UNLOADED WITHOUT CANCELLING PENDING OPERATIONS (0X000000CE)
Penyebab masalah ini mirip dengan masalah Attempted Write To Readonly Memory, bisa lihat masalah tersebut diatas.

Demikianlah cara mengatasi blue screen pada komputer & laptop windows yang kang-iwan.com pisah artikelnya menjadi 2 part. Semoga bermanfaat untuk sobat semuanya.


Incoming search terms:
    cara mengatasi driver power state failure windows 8, cara mengatasi driver power state failure, cara mengatasi driver power state failure windows 10, solusi blue skrin pada hp, cara menfatasi powerbstate eror di window 10, cara mempervaiki driver power state failure, cara memperbaiki driver power state wind 10, cara memperbaiki driver power state failure windows 10, cara memperbaiki driver power state failure, bagaimana cara membenarkan DRIVER_POWER_STATE_FAILURE

Baca Juga Artikel Kami :

cara instal windows 7 dengan hardisk,cara instal windows 7 dengan hardisk eksternal,instal windows 7 dengan hardisk,instal windows 7 dengan hardisk eksternal,cara instal windows 7 menggunakan hardisk,cara instal windows 7 menggunakan hardisk eksternal,instal windows 7 menggunakan hardisk,instal windows 7 menggunakan hardisk eksternal,cara instal windows 7 pakai hardisk,cara instal windows 7 pakai hardisk eksternal,instal windows 7 pakai hardisk,instal windows 7 pakai hardisk eksternal,instalasi window 7 dengan menggunakan Hardisk Eksternal,cara instal windows ke hardisk external,cara membuat hardisk eksternal bootable

Cara Install Windows 7 dengan Hardisk Eksternal

Pada umumnya ketika kita menginstall Sistem Operasi (OS) Windows 7, kita akan menggunakan media DVD …